Sunday, 1 October 2017

Kapal Ngapulu buka layanan di Kaimana

Kapal Ngapulu, saat bersandar di dermaga kaimana, sabtu 30/9/2017, jubi/jacob
(O Enda Ngga Pulu nogo aret kwe, Ngapulu ekarak ap yi iya kagi)
Kaimana, Jubi-Kapal Ngapulu membuka layanan angkut dari Dermaga Kaimana. Kehadiran kapal itu ditandai dengan bersandar pada Sabtu(30/9/2017).
“Kehadiran kapal Ngapulu menambah layanan angkutan dari tiga kali kapal penumpangyang sebelumnya sandar,” kata Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan Laut Kaimana, Marcus Komendong, dalam keterangan kepada Jubi, minggu (1/10/2017).
Marcus menyebutkan kehadiran kapal itu menambah layanan masyarakat Kaimana yang ingin menikmati moda transportasi secara baik.
Hadirnya kapal Ngapulu akan diimbangi dengan kelanjutan pembanggunan dermaga yang saat ini telah diusulkan sebesar Rp 15 Miliar. “Untuk tahun depan membangun Trestel kiri dan kanan,” kata Marcus menambahkan.
Anggota DPRD Kaimana, Lewi Oruw, menilai kehadiran kapal itu mampu mengurangi kerinduan masyarakat terhadap layanan transportasi laut terobati. “Artinya kalau sudah sandar berarti kami tidak repot karena dapat membantu masyarakat,” kata  Lewi.
Ia berharap hadirnya kapal Ngapulu mampu menurunkan harga harga barang kebutuhan pokok bisa lebih murah lagi. “Terutama bagi pedangang yang mengunakan moda transportasi KM Ngapulu,”katanya .(*)

Thursday, 28 September 2017

Terbang di Atas Bandar Udara Halim Perdahakusumah Selama 1 jam 2o Menit Sebelum Mendarat

Ini kisah penerbangan yang tidak dapat saya lupakan, baru terjadi kemarin, tanggal 28 September 2017. Ini kisah tentang pengalaman penerbangan yang tidak dapat saya lupakan. Kisah saya sebelumnya ialah tentang menunggu Clearing Passport/ Visa saya di Airport International Bangkok, di mana saya katakan waktu penerbangan lebih pendek 10 kali lipat daripada waktu menunggu pengecekan passport di airport. Tunggu dari malam sampai esok paginya.

Pesawat CitiLink.co.id
Kemarin saya terbang dengan CitiLink (Anak perusahaan Garuda Indonesia) dari Yogyakarta ke Halim Perdahakusumah Jakarta.

Firasat jelek saya muncul malam sebelumnya. Waktu itu jam 7 petang saya harus berangkat. Tetapi menyelang jam 7 petang itu, sekitar jam 6.45, terjadilah hujan deras mengguyur Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Saya tidak tahu kalau hujan juga mengguyur seluruh DIY, tetapi di Maguwo memang hujan lebat.

Saya tidak perdulu dengan hujan, saya panggil Go-Car, produk Go Jek, dan memang GoCar datang menjemput. Sayapun naik ke dalam mobil.

Perjalanan dalam mobil akan ditempuh kurang dari 15 menit, karena tempat Cafe Papua (BANANA Leaf Cafe) Yogyakarta tidak terlalu jauh dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Tiba-tiba saya terpikir tentang pengalaman "Suara Alam" yang pernah saya abaikan, akhirnya saya bertemu dengan banyak persoalan di dalam perjalanan. Saya pernah alami juga di kampung halaman saya. Waktu itu sebelum saya berangkat dengan pesawat, malamnya hujan lebat, sampai pohon juga tumbang di jalan-jalan. Tak menghiraukan itu, saya pernah menaiki pesawat, dan pesawat itu menjadi tidak bisa terbang. Saya balik ke rumah.

Pengalaman tahun 2010 ini mengingatkan saya, dan saya-pun putuskan untuk menunda penerbangan sampai esok hari. Saya terpaksa membayar biaya tambahan untuk menginap sebentar semalam di Yogyakarta.

Keesokannya saya masih merasa keberatan. Tetapi satu hal yang jelas dan yang menjadi alasan tadi malam saya tidak berangkat adalah hujan. Dan pagi kemarin tidak ada hujan di Yogyakarta. Sayapun memutuskan untuk harus berangkat ke Jakarta. Soalnya ada yang beli kopi di bukalapak.com saya tetapi saya belum kirim sudah dua hari lewat.

Memang ada rasa tidak enak masih ada. Tetapi saya rasa tidak ada alasan untuk perasaan itu. Maka saya mengabaikannya.

Baik take off dengan baik, terbang-pun aman-aman saja. Giliran mau mendarat baru ketahuan ada masalah. Sang kapten penerbangan mengumumkan bahwa berhubung kepadatan lalu-lintas di bandara, maka kami diperintahkan untuk menunggu di Indramayu dan sekitarnya selama 50 menit.

Saya mulai pikir-pikir, 50 menit ini bukan waktu yang pendek, hanya kurang 10 menit dari total penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta yang biasa kita tempuh dalam tempo 60 menit atau 1 jam.

Saya bersabar dan berdoa. Saya-pun mengantuk dan tertidur.

CitiLink di Banara Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta
Setelah 50 menit kemudian, sang kapten meminta maaf lagi. Saya sudah tahu meminta maaf lagi berarti pasti penundaan lagi untuk mendarat. Tetapi hati saya katakan, bagaimana dengan bahan bakar pesawat ini?

Sang kapten katakan, kita harus tunggu 25 menit lagi, dan meminta maaf lagi.

Dari sini saya sudah tidak tenang. Denyut jantung saya berubah, dari was-was menjadi agak panik. Saya melihat ke sekeliling, semua penumpang kok tenang-tenang saja. Ada yang tidur, ada yang bicara-bicara, ada yang main HP dan laptop mereka. Saya berusaha menenangkan diri tetapi masih terbayang berbagai macam hal yang bisa terjadi di waktu-waktu lampau.

Saya juga berpikir memang tadi pagi ada rasa tidak enak, dan hati saya sudah katakan tidak usah berangkat. Tetapi saya paksakan. Mungkin ini yang dimaksud hati saya.

Akhirnya kami tiba di Bandara dengan selamat, dan sayapun melangkah menunju ke tempat kontrakan saya.


Saturday, 22 April 2017

Bupati Abock Busup: Tiket Hercules ke Dekai Rp450 ribu per orang

Pesawat Hercules milik TNI AU, yang melayani cargo dan penumpang - Jubi
Yahukimo, Jubi – Bupati Abock Busup, MA mengatakan pesawat Hercules milik TNI AU, yang melayani cargo dan penumpang, dari dan ke kota Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, memberikan biaya yang lebih murah bagi masyarakat.

“Harga tiket dan timbangan barang penerbangan pesawat Hercules sangat murah. Untuk biaya cargo Rp7.500 dan Rp450 ribu untuk tiket penumpang,” kata bupati dalam sambutannya pada acara penutupan Turnamen Bupati Cup di Lapangan Yahukimo Bangkit, Rabu (19/4/2017).

Pesawat ini melayani rute Timika-Dekai; Dekai-Merauke; Merauke-Dekai; Dekai-Jayapura; dan Jayapura-Dekai. Hercules ini telah melakukan penerbangan perdananya dengan mendarat di Bandar Udara Nop Goliat Dekai pada Sabtu, 15 April 2017, tepat satu tahun usia kepemimpinan Bupati Abock Busup dan Wakilnya Yulianus Heluka.

Seperti diketahui, sebelum Hercules, dua perusahaan maskapai penerbangan lainnya telah melayani masyarakat Yahukimo, yakni Trigana Air Service (jenis ATR dan Boeing 373-300) dan Lion Air Group (Wings Air jenis ATR 72-600). Dan, pesawat berukuran lebih kecil.

Bupati Abock menjelaskan tujuan kerjasama dengan memasukan pesawat Hercules adalah untuk membantu meringankan biaya transportasi khususnya masyarakat Yahukimo dan menekan harga pasaran menjadi serendah mungkin.

Melalui kehadiran Hercules ini, Bupati Abock mengharapkan para karyawan cargo di bandara menerapkan harga yang telah disepakati antara pemerintah Yahukimo dan pihak maskapai tersebut.

“Kami (pemda) berikan subsidi untuk pesawat ini supaya harga murah, masyarakat juga terbantu. Seperti cargo sudah kita sepakati di 7.500 rupiah jadi kami sangat minta supaya tidak dipermainkan, jangan tambah sampai 10 ribu rupiah. Tidak boleh,” tegas bupati.

Bupati juga meminta para pengusaha yang bekerja didaerahnya untuk menerapkan harga yang standar, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan. Untuk menyeragamkan harga, bupati menuturkan akan mengeluarkan aturan melalui surat Keputusan Bupati Yahukimo secepatnya untuk menormalkan harga di pasaran.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Yakober Mendila, MT ketika ditemui Jubi dikantornya menjelaskan bahwa pesawat Hercules akan melakukan penerbangan dua-tiga kali tiap bulannya.

“Penerbangan pesawat ini dua atau tiga kali sebulan. Sewaktu-waktu Pemda bisa bermohon kalau ada kekosongan sembako atau bahan pokok lainnya,” jelas Yakober.

Pada pekan besok, Yakober mengatakan akan ada jadual terbang Hercules dari Sentani ke Dekai untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok untuk wilayah Yahukimo. Sehingga, bagi calon penumpang yang ingin menggunakan jasa ini dapat menghubungi pihak penyedia jasa layanan Hercules.

“Hari Selasa (25/4) atau Rabu (26/4) Hercules akan terbang ke Yahukimo angkut bahan pokok. Bagi pegguna jasa Hercules rute Sentani-Dekai untuk angkutan cargo atau barang-barang lainnya dapat menghubungi petugas lanud di Sentani, Pak Kairul +6282197961942,” katanya. (*)